
Sekretaris TP PKK Provinsi Bali, Ni Made Suwastini bersama Narasumber Ni Gusti Ketut Diana Setiawati, M.Psi., Psikolog, pada saat dialog di Radio RRI Denpasar (01/02/2021)

Dalam mendukung upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun Sumberdaya Manusia di Bali yang unggul, cerdas serta berkarakter yang dimulai dari keluarga di Era Milenial, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali melalui Sekretaris Ni Made Suwastini bersama Narasumber Ni Gusti Ketut Diana Setiawati, M.Psi., Psikolog mensosialisasikan “Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Milenial” melalui siaran dialog interaktif di RRI Denpasar (1/02/2021).
Narasumber Ni Gusti Ketut Diana Setiawati, M.Psi., Psikolog menjelaskan pentingnya penerapan pola asuh yang tepat pada anak sesuai perkembangan jaman dan kebutuhan anak sehingga nanti menghasilkan generasi yang berkarakter, unggul dan berdaya saing. Harus disadari juga oleh para orang tua, bahwa peran menjadi orang tua itu bukanlah sesuatu yang mudah melainkan dibutuhkan kesiapan, karena orang tua bertanggungjawab membentuk kepribadian anak dan orang tua bertanggungjawab membentuk interaksi antara anak dan orang tua agar kebutuhan-kebutuhan anak terpenuhi, itulah yang disebut pola asuh. Selanjutnya dijelaskan juga bahwa dalam Psikologi dikenal adanya 4 (empat) tipe pola asuh yaitu otoriter, permisif, lalai, dan demokratis. Pola asuh otoriter mempunyai ciri seperti orang tua yang berkuasa sedangkan anak tidak boleh membantah dan anak harus ikut apa kata orang tua. Kemudian pola asuh permisif, adalah kebalikan dari otoriter yaitu pola asuh yang serba memperbolehkan kepada anak, dengan kata lain anak dimanjakan sehingga anak kesulitan dalam mengikuti aturan dan kontrol terhadap dirinya sendiri. Sedangkan pola asuh yang lalai berprinsip yang penting kebutuhan dasar anak sudah terpenuhi, sedangkan terkait kebutuhan anak lainnya orang tua cenderung tidak responsif. Dan terakhir pola asuh demokratis adalah gabungan antara otoriter dan permisif yaitu ada aturan dari orang tua yang ditegakkan namun orang tua responsif terhadap kebutuhan anak, dampaknya anak merasa dihargai dan merasa punya kesempatan untuk mengungkapkan pemikirannya. Pada era milenial ini agar anak mempunyai daya juang yang tangguh untuk mengeksplorasi dirinya, maka pola asuh yang demokratis yang paling sesuai diterapkan.
Sekretaris Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ni Made Suwastini menyampaikan bahwa sejatinya sasaran gerakan PKK adalah di keluarga yaitu unit terkecil dari masyarakat, dimana landasan dalam gerakan PKK adalah cinta dan kasih sayang. Berkaitan dengan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Milenial sebenarnya Tim Penggerak PKK mempunyai program/kegiatan tentang Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) yang dilaksanakan melalui kegiatan lomba. Namun mengingat masih dalam kondisi Pandemi, kegiatan lomba secara langsung akan dievaluasi kembali. Kegiatan Tim Penggerak PKK saat ini masih melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Juga dijelaskan bahwa selama ini PKK menjadi mitra dan pelaksana program dan instansi pemerintah di lapangan yang mempunyai program pengasuhan anak di Instansi BKKBN seperti Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja maupun Dinas Kesehatan seperti Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga.